Mengapa Harga Gula Tak Stabil? - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mengkhawatirkan prediksi dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang potensi adanya krisis pangan di tengah pandemi Corona. Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan para menterinya untuk menjaga stok bahan pangan.
Jokowi menginstruksikan para menterinya untuk melakukan hitungan cepat atas kebutuhan bahan pokok setiap provinsi.
"Agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, berapa produksinya, semuanya harus kita hitung," tuturnya saat membuka rapat terbatas secara virtual, Selasa (28/4/2020).
Menurut laporan yang diterima Jokowi, sederet komoditas kebutuhan pokok masih terjadi defisit di beberapa provinsi. Seperti stok beras ternyata defisit di 7 provinsi.
Mengapa harga gula sekarang tidak stabil?
Pada zaman jadul, pak Harto mengatur inpres harga sembako. Bilamana ada usulan, dibuat inpres kenaikan harga sembako dan diumumkan lewat radio RRI. Harga gula, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe keriting demikian kata penyiar.
Juga pak Harto membuat inpres, setiap desa satu selep atau penggilingan padi maksimum menyimpan 300 ton, kecuali gudang Bulog, sehingga 5.000 desa maksimum stok beras 1.5 juta ton. Maka kebutuhan bulanan nasional terjaga tiap bulan. Demikian zaman jadul pak Harto mampu menjaga harga dan stok beras, dll stabil sehingga Indonesia mampu swa sembada beras.
Sekarang, satu desa ada 7-10 selep terserah. Maka dibayangkan satu kabupaten bisa menimbun 1 juta ton, bisa dibayangkan 10 pemain kartel besar di 300 kabupaten bisa menyimpan gula, beras, jagung bebas. Luber. Harganya terserah mereka.
Pada saat Menteri Perdagangan menetapkan HET gula Rp12.500 itu 10 pemain kartel besar tertawa, tiba tiba stok kurang.
Koruptor dari Hongkong
Mengapa koruptor sulit diberantas KPK ibarat semut semut di meja makan, semut birokrasi ditangkapi, tapi sarangnya tidak.
Sarang koruptor itu terdapat pada gurita konsesi anggaran BUMN. Jadi konglonerat bayar pajak. Pajak untuk anggaran PTPN gula, nah anggaran ini digondol mereka lagi, jadi otomatis alih alih membayar pajak. Mereka surplus pajak.
Itu seperti kemacetan di DKI, eh ada yang lewat jalur Busway. Yang lain gigit jari terpaksa curi-curi Busway, koruptor dari sarangnya, Hongkong.












0 Komentar