Manfaat dan Bahaya Penggunaan Ganja untuk Kesehatan - Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia dan bisa digunakan untuk keperluan medis.

Usulan untuk menghapus ganja dari daftar obat paling berbahaya telah diusulkan selama 59 tahun terakhir.

Mengutip situs resmi PBB, keputusan kali ini juga dapat mendorong penelitian ilmiah untuk menguak khasiat pengobatan ganja dan bertindak sebagai katalisator bagi negara-negara untuk melegalkannya demi keperluan medis dan mempertimbangkan kembali undang-undang tentang penggunaan untuk rekreasi.

AGEN DOMINO

Lalu, apa saja manfaat ganja untuk kesehatan?

Dirangkum dari sejumlah sumber, obat yang berasal dari daun cannabis ini mengandung zat Tetrahidrokanibinol (THC), salah satu dari 400 zat kimia yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana hati.

Kandungan tersebut pula yang dinilai menjadi satu dari beberapa manfaat ganja dalam dunia kesehatan.

1. Penghilang rasa sakit

Sebagaimana dilansir Healthline, ganja telah digunakan untuk mengobati rasa sakit sejak 2900 SM.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa komponen tertentu dari mariyuana, termasuk CBD, bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakitnya.

Tubuh manusia mengandung sistem khusus yang disebut sistem endocannabinoid (ECS), yang terlibat dalam mengatur berbagai fungsi termasuk tidur, nafsu makan, nyeri, dan respons sistem kekebalan.

Tubuh memproduksi endocannabinoid, yang merupakan neurotransmitter yang mengikat reseptor cannabinoid di sistem saraf Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan, dan berinteraksi dengan neurotransmitter

2. Mengurangi Kecemasan dan Depresi

Kecemasan dan depresi adalah gangguan kesehatan mental umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah penyumbang kecacatan tunggal terbesar di seluruh dunia, sedangkan gangguan kecemasan menempati peringkat keenam.

CBD telah menjanjikan dapat menjadi pengobatan untuk depresi dan kecemasan.

AGEN POKER

Sejumlah peneliti dari Harvard Medical School mengungkapkan ganja bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang dengan catatan dosis yang tepat.

3. Meringankan gejala terkait kanker

CBD dapat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan kanker dan efek samping yang berhubungan dengan pengobatan kanker, seperti mual, muntah dan nyeri.

Satu studi mengamati efek CBD dan THC pada 177 orang dengan nyeri terkait kanker yang tidak mengalami kelegaan dari pengobatan nyeri.

Mereka yang diobati dengan ekstrak yang mengandung kedua senyawa mengalami penurunan rasa sakit yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima ekstrak THC.

4. Mengurangi Jerawat

Berdasarkan penelitian ilmiah, minyak CBD dapat membantu mengobati jerawat karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya untuk mengurangi produksi sebum.

Satu studi tabung reaksi menemukan bahwa minyak CBD mencegah sel-sel kelenjar sebaceous dari mengeluarkan sebum yang berlebihan, menggunakan tindakan anti-inflamasi dan mencegah aktivasi agen-agen "pro-acne" seperti sitokin inflamasi.

Studi lain memiliki temuan serupa, menyimpulkan bahwa CBD mungkin merupakan cara yang efisien dan aman untuk mengobati jerawat, sebagian berkat kualitas anti-inflamasi yang luar biasa.

Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian pada manusia yang mengeksplorasi efek CBD pada jerawat diperlukan.