Penderita Virus Corona Dilarang Berinteraksi dengan Hewan Peliharaan - Wabah virus corona (COVID-19) ternyata ikut membuat pemilik hewan merasa khawatir, khususnya untuk keselamatan anjing dan kucing. Baru-baru ini Small Animal Veterinary Association (WSAVA) merilis panduan resmi tentang cara melindungi diri dan hewan perliharaan.

Dari situs Express, Selasa, 3 Maret 2020, meski tidak ada bukti virus corona dapat menular ke hewan namun keadaannya sudah mengkhawatirkan. COVID 19 termasuk keluarga zoonotic of pathogen, yang berarti bisa menginfeksi baik hewan maupun manusia.

Ada jenis virus corona yang bisa menyerang anjing dan kucing dengan gejala seperti diare ringan. Namun dalam kasus COVID-19, WSAVA dan CDC menyarankan mereka yang terinfeksi untuk tidak melakukan interaksi secara fisik dengan hewan peliharaan.


"Anda harus membatasi kontak dengan hewan peliharaan dan hewan lainnya saat Anda terinfeksi COVID-19, sama seperti memperlakukan manusia," kata CDC.

Mereka menambahkan, pemilik tidak boleh mengelus, dicium atau dijilat hingga berbagi makanan. Jika memungkinkan untuk meminta tolong orang lain untuk merawatnya.

Namun jika tidak, pemilik bisa tetap merawat dengan rutin melakukan cuci tangan sebelum dan setelah berinteraksi dengan anjing dan kucing, juga mengenakan masker wajah.

"Jika hewan peliharaan Anda menderita penyakit yang tidak dapat dijelaskan dan telah terpapar pada orang yang terinfeksi COVID-19, konsultasikan dengan petugas kesehatan," kata WSAVA.


Kemudian jika pemilik disarankan membawa hewan peliharaan ke klinik hewan, hubungi klinik sebelum datang ke sana dan komunikasikan kepada petugas bahwa hewan telah melakukan interaksi dengan pasien COVID-19.

"Ini akan memungkinkan memberi waktu klinik untuk menyiapkan ruang isolasi. Jangan bawa hewan ke klinik kecuali sudah diperintahkan untuk melakukannya oleh petugas kesehatan," terangnya.