12 Ancaman dari Penggunaan Obat Kuat dan Cara Mencegahnya - Tidak benar bila ada yang menyebut bahwa obat kuat bisa menyebabkan hipertensi. Namun, seperti yang diungkapkan dr. Sepriani di Klik Dokter, tetap ada efek samping yang perlu Anda waspadai dari penggunaan obat kuat, seperti viagra, yang terlalu sering. Yakni;
1. Sakit kepala
2. Gangguan pencernaan
3. Penglihatan ganda
4. Gangguan penglihatan, misalnya pandangan sesaat jadi kebiruan
5. Gangguan pendengaran
6. Berkeringat
7. Jantung berdebar kencang tidak beraturan (palpitasi)
8. Xerostomia (mulut kering)
9. Insomnia
10. Meningkatkan risiko serangan jantung
11. Meningkatkan risiko stroke
12. Penurunan berat badan.
13. Selain itu, untuk mereka yang sudah berusia lanjut atau yang berpenyakit jantung dan mengonsumsi obat nitrat, efek sampingnya bisa berupa penurunan tensi darah secara drastis hingga mengancam nyawa.


Mengatasi disfungsi ereksi
Daripada terus-terusan minum obat kuat untuk meningkatkan performa seks, sebaiknya disfungsi ereksi segera diatasi. Lakukan langkah-langkah sederhana ini:

Aktif secara fisik
Disarankan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, juga dari KlikDokter, lakukan latihan fisik berupa jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang. Sebuah studi dari Harvard membuktikan bahwa rutin berjalan kaki selama 30 menit setiap hari akan menurunkan risiko terjadinya disfungsi ereksi sebesar 41 persen.

“Selain itu, melakukan latihan fisik dengan teratur juga terbukti meningkatkan performa seks pria yang mengalami disfungsi ereksi atau impotensi,” ujarnya.


Atur asupan makanan
Makanan yang tinggi serat dan protein, serta rendah lemak terbukti dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi. Pria lanjut usia yang memiliki kebiasaan makan buah, sayur, dan ikan terbukti memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan seksual tersebut.

Hindari dan kendalikan diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Penyakit diabetes dengan gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah. Salah satunya adalah gangguan aliran pembuluh darah di penis.

“Akibatnya, penis tidak mampu ereksi dengan baik. Selain itu, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi dapat menyebabkan terjadinya stroke. Adanya kerusakan di otak akibat stroke juga dapat menyebabkan penis tak mampu ereksi,” ungkap dr. Resthie.